
Sujud simpuh dalam rona kegelapan, tak tertata lagi wujud sang panorama. Diatas luka berbuah nestapa, dimana harus kucari letak pengabdian abadi jika segala melodi lantunkan nada suram di Negeriku Ibu Pertiwi.
Sujud simpuh dalam rona kegelapan, tak tertata lagi wujud sang panorama. Diatas luka berbuah nestapa, dimana harus kucari letak pengabdian abadi jika segala melodi lantunkan nada suram di Negeriku Ibu Pertiwi.
Sujud simpuh dalam rona kegelapan, tak tertata lagi wujud sang panorama. Diatas luka berbuah nestapa, dimana harus kucari letak pengabdian abadi jika segala melodi lantunkan nada suram di Negeriku Ibu Pertiwi.
Sujud simpuh dalam rona kegelapan, tak tertata lagi wujud sang panorama. Diatas luka berbuah nestapa, dimana harus kucari letak pengabdian abadi jika segala melodi lantunkan nada suram di Negeriku Ibu Pertiwi.
Sujud simpuh dalam rona kegelapan, tak tertata lagi wujud sang panorama. Diatas luka berbuah nestapa, dimana harus kucari letak pengabdian abadi jika segala melodi lantunkan nada suram di Negeriku Ibu Pertiwi.
Sujud simpuh dalam rona kegelapan, tak tertata lagi wujud sang panorama. Diatas luka berbuah nestapa, dimana harus kucari letak pengabdian abadi jika segala melodi lantunkan nada suram di Negeriku Ibu Pertiwi.
Sujud simpuh dalam rona kegelapan, tak tertata lagi wujud sang panorama. Diatas luka berbuah nestapa, dimana harus kucari letak pengabdian abadi jika segala melodi lantunkan nada suram di Negeriku Ibu Pertiwi.
Blogger (PAK) ►► |