Rabu, 17 Juli 2013
Selasa, 16 Juli 2013
Membangun Budaya Jujur di Dunia Pendidikan untuk Mencegah Korupsi
11.55
1 comment
Apakah masih bisa mambangun kejujuran akademik di negara kita?
Jawabanya : bisa kenapa tidak kalau kita mau..........
KEJUJURAN adalah kosakata yang mudah diucapkan, tetapi sulit untuk diaplikasikan. Begitulah ungkapan yang pas untuk menanggapi ulah Guru Besar (profesor) di Bandung yang ketahuan berbuat memalukan alias menjiplak (suara merdeka). Untung saja ya bukan Guru Besar dari Surabaya. Tetapi Bisa saja sih ada, mungkin saja dia lagi beruntung tidak ketahuan.
Lain halnya masalah di atas, sebetulnya masih banyak sih akademisi yang nekat berbuat sedemikian itu. Mulai dari pembuatan makalah, skripsi, tesis, disertasi, dan artikel-artikel ilmiah. Yang lebih hebohnya lagi sebuah instasi pendidikan yang melakukan perbuatan curang dalam UNAS demi mengangkat nama baik sekolah. Contohnya guru membantu dalam mengerjakan yang jawabanya disebarkan kepada siswa-siswanya, supaya nilai dari anak-anaknya baik, sehingga sekolah mendapat predikat sekolah dengan lulus semua. Namun masih sedikit perbuatan itu terkuak lho... oleh media dan tertutup rapat di balik tembok tebal kebohongan. Ya... semoga kita bukan termasuk ya... Amin.
Terus melihat hat tersebut, sempat saya berfikir mau dibawah kemana negara kita ini nantinya? Khususnya generasi penerus bangsa. Sebab drama kebohongan ternyata tak hanya nyaring di dunia politik saja, tetapi juga di alam akademik, sungguh disayangkan bukan. Betapa kejujuran ibarat barang mewah nan mahal. Praktis, tak semua orang, termasuk kaum intelektual, sanggup menjalankan. Gejala apakah itu? Yang jelas bukan kabar gembira, melainkan tanda kemerosotan moral bangsa kita makin nyata dan saya rasa sudah lengkap kebohongan yang melanda bangsa ini.
Lantas, sudah hilangkah bibit kejujuran bangsa ini? Dan bisakah kalian memperbaiki moral negara kita ini? Tentu pertanyaan itu tak mudah dijawab. Tetapi sebagai seorang guru, kita harus berani menantang untuk menjawab bahwa kita bisa. Sedikit cerita diatas untuk menggugah hati kita, supaya kita selalu peduli untuk bangsa khusunya bidang akademik. Ok bro and sis... kita sharing bareng-bareng yuk untuk membahas “peran guru dalam membangun kejujuran akademik di negara kita ini.”
Kejujuran akademik adalah perilaku benar dalam berkata dan melakukan segala pekerjaan yang berkaitan dengan kegiatan akademisi. Ada tiga urgensi kejujuran akademik, yaitu: 1) aspirasi moral dan agama, 2) menuntut kepuasan dan kenyamanan hati nurani, 3) memelihara sistem kehidupan manusia dan alam semesta. Ketiga landasan ini lah yang menjadi fondasi seseorang untuk berperilaku jujur, khususnya di dalam bidang akademik.
Sedangkan Masalah kejujuran akademik adalah masalah kesadaran moral. Oleh karena itu, sanksi utama pelanggaran kejujuran akademik adalah hukuman moral. Namun, akibat pelanggaran kejujuran akademik tersebut telah menyentuh hukum pidana, maka suatu komunitas pendidikan perlu merumuskan suatu indikator pelanggaran kejujuran akademik dan sanksi-sanksinya di dalam sebuah peraturan yang tertulis jelas.
Menurut saya membangun kejujuran akademik tidak dapat dilakukan dengan memberikan nasehat saja, melainkan dengan pembiasaan dan latihan-latihan. Contohnya kecilnya dengan mengadakan kantin kejujuran dan tempat penampungan barang temuan.

Perlu diketahui ketidakjujuran akademik dapat dipengaruhi beberapa faktor, diantaranya adalah:
1) Berfikir sempit
Dalam pandangan filosofis, ketika pikiran menjadi sempit, maka cakrawala pikirannya akan tertutup untuk mengetahui bahaya yang mungkin diakibatkan perbuatannya sendiri. Sehingga, orang yang memiliki pikiran sempit akan berbuat sesuatu dengan tanpa pertimbangan apapun, kecuali aspek kepentingannya.
2) Budaya cinta dunia yang berlebihan
Budaya cinta dunia berlebihan sebagai faktor yang telah dinyatakan Allah SWT. di dalam surah Al-An'am/6: 150. Aplikasinya tidak jarang kita saksikan bahwa faktor material dan kepentingan personal atau kelompok telah menutup pintu kesadaran seseorang dari berbuat jujur. Audubillahmindalliq.
3) Kebiasaan buruk
Kebiasaan-kebiasaan buruk masyarakat Indonesia yang dapat mengikis kejujuran akademik, antara lain kebiasaan meremehkan waktu, suka menunda pekerjaan, tidak memiliki rencana atau target kehidupan yang jelas, kebiasaan pesimis terhadap diri sendiri, canggung menerima perbedaan, suka mengeluh, konsumtif, suka meminta dan tidak biasa berfikir kreatif, mau gampangnya saja dan kurang bisa mempelajari kesalahan. Kebiasaan-kebiasaan buruk ini seharusnya menjadi perhatian para pemegang kebijakan pendidikan dalam mengintegrasikan pendidikan karakter ke dalam kurikulum pendidikan nasional dan lingkungan masing-masing sekolah.
4) Stres menghadapi beban studi yang over loud (terlalu banyak)
Stress akibat dari muatan beban studi yang melebihi kemampuan peserta didik. Dalam teori psikologi belajar, stress yang menimpa peserta didik akan berdampak pada penurunan daya serap otak, dan ketika kondisi otak sudah lelah karena memenuhi tuntutan tugas studi yang terlalu berat maka peserta didik pun tidak bisa berpikir kreatif, sehingga ia pun tergoda untuk mencari alternatif yang lebih mudah, yaitu melalui praktik plagiasi alias jibplak, ngerpek dan sebagainya. Disamping itu, materi yang over loud juga dapat mengubah fungsi materi pelajaran dari fungsi penuntun perkembangan menjadi fungsi penuntut peserta didik untuk menghafal dan mengerjakan berbagai hal yang telah di program (sebagaimana layaknya sebuah robot). Nah.... Untuk mengatasi masalah ini antara lain dapat kita lakukan dengan mengidentifikasi minat dan bakat kecerdasan peserta didik dan menyusun materi pelajaran sesuai dengan keinginan peserta didik. Content kurikulum tersebut dapat kita tiru dari kurikulum pendidikan di luar negeri dan itu ada loh di negara kita, salah satunya di SEKOLAH KREATIF SD Muhammadiyah 16 Surabaya dengan menerapkan pembelajaran Fun Learning, yaitu pembelajaran yang selalu menyesuaikan minat, bakat, situasi dan kondisi peserta didik dan selalu menggunakan strategi pembelajaran yang menyenangkan, langsung pada lapangan/ nara sumber, mengintergrasikan pendidikan karaktek dan selalu kreatif.
5) Salah menentukan tauladan yang baik
Kegagalan seseorang dalam menentukan tauladan yang baik. Dewasa ini, sudah kita merasakan krisis teladan baik bagi bangsa kita ini. Salah satu contoh krisis ini adalah bahwa orang tua, dan pendidik sudah tidak mampu memberikan suri tauladan yang baik bagi anak-anaknya ataupun peserta didiknya. Akibatnya, peserta didik pun mengambil teladan dari public figure yang menarik perhatiannya, sedangkan yang diidolakannya itu belum tentu berperilaku baik.
Setelah memaparkan beberapa faktor penyebab pelanggaran kejujuran akademik di atas, maka penulis mencoba memberikan usulan usaha membangun kejujuran akademik yang lebih pasnya strategi membangun kejujuran akademi, yaitu:
1) Pemahaman makna dari kejujuran
Proses pembelajaran yang dapat memberikan pemahaman makna kejujuran setidaknya mengandung : a) penyampaian indikator kejujuran dengan jelas, b) mengajak peserta didik untuk menghayati makna kejujuran dan memikirkan mengapa ia harus berperilaku jujur, c) melakukan evaluasi dan refleksi kejujuran akademik. Melalui pembelajaran semacam ini diharapkan peseta didik akan menjadi orang yang selalu berpikir setiap melakukan. Cara kasarnya siswa bukan hanya mendapatkan teori saja, melainkan aplikasinya.
2) Menciptakan situasi yang baik terhadap tumbuhnya sikap jujur
Teknik untuk menciptakan situasi yang baik adalah dengan menyediakan sarana pendukung tumbuhnya sikap jujur, seperti; kantin kejujuran, tempat penampung barang temuan, dan memberikan riward kepada setiap orang yang telah beperilaku jujur dalam pengabdiannya.
3) Keteladanan baik
Tahu tidak anak mengerti sifat jujur dan berbohong adalah hasil peniruan dari apa yang dia lihat dan ia mengerti. Oleh karena itu, suatu komunitas pengelola pendidikan perlu memberikan pelayanan yang bebas dari kebohongan dan menjunjung tinggi azas kejujuran. Jadi sangat perlu banget orang tua dan seorang pendidik mendampingi dan memberi pengertian yang dalam bagi anak atau peserta didik, sehingga pada dewasa nanti anak menjadi anak yang benar-benar tahu makna dari kejujuran.
4) Membangun sikap terbuka
Suatu komunitas pendidikan semestinya membangun budaya keterbukaan di lembaga pendidikannya. Baik ia dalam hal laporan pertanggung jawaban anggaran kegiatan, teknik pelayanan sekolah, peraturan-peraturan sekolah, serta jalinan komunikasi antara pendidik, peserta didik, dan tenaga pendidik. Dengan membangun sikap keterbukaan ini diharapkan peserta didik merasa bahwa ia tidak dapat berbuat semaunya sendiri karena keberadaannya telah diikat oleh berbagai peraturan-peraturan tertentu.
5) Memberikan sanksi sampai efek jerah
Sanksi atau hukuman pelanggaran kejujuran akademik harus dicantumkan dengan jelas dan rinci di dalam sebuah peraturan instasi. Dewasa ini, pelaku pelanggaran mendapatkan sanksi atau hukuman yang berlebihan, tetapi tidak memberikan pengaruh besar bagi pelaku pelanggaran kejujuran alias ora kapok. Oleh karena itu, suatu instasi pendidikan harus pandai menciptakan aturan bagi pelaku pelanggaran sampai efek jerah dan lebih penting menjadi lebih tahu makna dari kejujuran. Hal ini dapat dilakukan dengan contoh-contoh, penegasan, pemahaman, pembelajaran yang bermakna.
6) Selalu berusaha untuk ingat pada sang kholiq
Tidak ada kata bahwa seseorang akan melakukan tindak kriminal jika dia ingat sang kholiq, melainkan orang akan melakukan tindak kriminal karena dia jauh dari sang kholiq. Itu yang paling terpenting dari hidup untuk menjadi perisai menghindari sifat-sifat tercela salah satunya adalah kebohongan.
Ok bro n sis demikian artikel ini saya buat dan artikel ini saya buat berdasarkan pemikiran penulis, sumber-sumber dan posting dari artikel teman-teman yang masuk akal menurut saya. Dan saya mohon maaf jika ada kesamaan bahasa dan logika, tetapi sebenrnya itu adalah pembelajaran untuk memperbaiki kita semua.
Buku Saku Anti Korupsi
08.54
No comments
Buku saku ini juga memaparkan tentang peran KPK sebagai lembaga yang diberi kewenangan untuk menegakkan aturan tersebut. Contoh-contoh kasus gratifikasi yang sering terjadi juga diuraikan dalam buku saku, dengan disertai analisis mengapa suatu pemberian/hadiah tersebut bersifat legal atau ilegal, serta sikap yang harus diambil (dalam hal ini Penyelenggara Negara dan Pegawai Negeri) ketika berada dalam situasi tersebut.
Selengkapnya Buku Saku Memahami Gratifikasi.
Lomba Menulis Anti Korupsi 2013
08.52
1 comment
![]() |
| Indonesia menulis |
Lomba ini dilatarbelakangi dengan berbagai kegagalan-kegagalan dalam pemberantasan korupsi. Semakin diberantas, tindak korupsi semakin banyak dengan segala variasinya. Salah satu usaha yang dilakukan adalah dengan melakukan tindak pencegahan melalui proses konstruksi, rekontruksi, dan dekonstruksi nilai-nilai tersebut dalam kehidupan masyarakat. Salah satu bentuk pencegahan adalah melalui melalui pembelajaran di sekolah dan proses regenerasi nilai dari keluarga hingga masyarakat.
Tujuan Lomba
- menciptakan budaya menulis kritis tentang solusi pencegahan dan pemberantasan korupsi;
- menghimpun pakar, akademisi, praktisi pendidikan, praktisi hukum, mahasiswa, dan tokoh masyarakat untuk memberikan sumbangan pemikiran untuk memberikan pemikiran alternatif tindakan pencegahan korupsi;
- menghimpun usulan dan memberikan pemahaman pada masyarakat untuk melakukan konstruksi, rekonstruksi, dan dekonstruksi nilai anti korupsi sebagai upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi dalam bentuk tulisan dan hasil lokakarya;
- memberikan rekomendasi kepada pemerintah, KPK, dan lembaga negara lainnya tentang pencegahan dan pemberantasan korupsi sebagai hasil kegiatan kegiatan menulis dan lokakarya.
Persyaratan Umum
- Warga Negara Indonesia berusia 18 tahun ke atas.
- Naskah karya sendiri, bukan terjemahan, bukan saduran, bukan hasil kompilasi, dan belum pernah diikutkan lomba karya tulis apapun.
- Panjang tulisan 4000−7000 karakter atau 3−4 halaman.
- Ditulis di kertas A4, jenis huruf Times New Roman 12 spasi1,5, format doc.
- Naskah lomba menjadi hak panitia dan naskah yang dinilai memenuhi kriteria layak dipublikasikan akan dibukukan, hak moral ada pada penulis.
- Anggota KPK, panitia, dan dewan juri dilarang mengikuti lomba.
- Keputusan dewan juri adalah final dan tidak dapat diganggu gugat.
Kategori Peserta
1. Mahasiswa
Kategori Mahasiswa, naskah tulisan diwajibkan dimuat dalam media sosial (Blog/FB).
2. Umum
Kategori Umum, naskah tulisan diwajibkan dimuat dalam media sosial (Blog/FB).
3. Jurnalis Media Cetak
Kategori Jurnalis Media Cetak, naskah yang dikirim untuk lomba harus sudah dimuat dalam media cetak, tempat peserta itu bekerja. Jurnalis menyertakan kartu identitas pers dari media masing-masing.
Hadiah Lomba (perkategori peserta)
Juara I Uang tunai Rp.7.500.000 + Piagam Penghargaan + Tablet Android Flexy.
Juara II Uang tunai Rp.5.000.000 + Piagam Penghargaan + Handphone Flexy.
Juara III Uang tunai Rp.2.500.000 + Piagam Penghargaan + Modem Flexy.
Mekanisme lomba
1. Mendaftar dan mengisi biodata diri di website www.indonesiamenulis.co
2. Setiap peserta hanya dapat mengirimkan satu karya.
3. Karya belum pernah dipublikasikan sebelum rentang waktu lomba.
4. Batas waktu pengumpulan karya 22 Agustus–15 November 2012
5. Karya dapat dikumpulkan dengan cara sebagai berikut.
Pengumpulan Karya
a. mengirim naskah tulisan ke
1. Email: info@indonesiamenulis.co
2. memanfaatkan menu UPLOAD KARYA pada website www.indonesiamenulis.co
b. mengirim scan tulisan yang dimuat di media cetak dan atau link media sosial ke email : info@indonesiamenulis.co
6. Pengumuman Nominasi
Pengumuman nominasi hasil lomba menulis pada tanggal.25 November 2012 di laman http://www.indonesiamenulis.co.
Agenda Lomba 1. Sosialisasi dan pendaftaran peserta/pengumpulan naskah : 14 Agustus 2012
2. Penjurian dan Seleksi Finalis (Pengumuman Nominasi, Undangan Lokakarya) : 14 Agustus - 15 November 2012
3. Lokakarya Nasional dan Pengumuman Finalis : 25 November 2012
Pelaksanaan Lokakarya
Pelaksanaan Lokakarya Nasional “Peran Serta Masyarakat dalam Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi”
Hari, tanggal : Minggu, 9 Desember 2012
Waktu : 09.00—selesai
Tempat : Gedung Serba Guna Unesa Kampus Ketintang Surabaya
Contact Person Panitia
Sekretariat INDONESIA MENULIS
Kompleks Gedung Serba Guna Universitas Negeri Surabaya kampus Ketintang.
Website : www.indonesiamenulis.co
Email : info@indonesiamenulis.co
Telp. 085645002344, 031-70926948
Contact person: Achmad Ridlo
Sumber : http://www.indonesiamenulis.co/2012/08/juklak-lomba-menulis-anti-korupsi.html
Lomba Cerita Anak Anti Korupsi : Aku Melawan Korupsi
08.35
No comments
Salah satu cara untuk melawan tindak korupsi adalah melalui pendidikan antikorupsi sejak dini. Pendidikan anti korupsi sejak dini dpat dikenalkan melalui cerita-cerita yang memuat nilai-nilai anti korupsi. Dengan cerita-cerita ini, pesan “melawan” korupsi akan lebih mudah dicerna dan dipahami oleh anak-anak usia SD dan SMP. Sehingga anak-anak bisa menyerap nilai-nilai kejujuran, moral dan agama dari cerita-cerita tersebut.
Kriteria Cerita:
Cerita seputar dunia anak-anak yang berkaitan dengan semangat “melawan korupsi” yang bisa ditumbuhkan sejak usia dini. Tema ini bisa dijadikan menjadi topik-topik sederhana bagaimana seorang anak yang jujur mengembalikan milik orang lain, tidak mengambil punya orang lain, tidak menipu, berbohong dan menanamkan jiwa disiplin supaya tidak sering malas sekolah atau ogah-ogahan menyelesaikan tugas (korupsi waktu), dan cerita-cerita lain yang ada hubungannya dengan “korupsi” dalam lingkup yang lebih luas di dunia anak-anak.
Cerita anak ini berisi tentang pesan-pesan moral, kejujuran, kedisiplinan, ketaatan pada ajaran agama yang melarang melakukan korupsi atau tindakan yang bisa menjadi kebiasaan orang melakukan korupsi.
Tokoh utamanya adalah anak-anak (usia 6-15 tahun).
Menggunakan bahasa yang sederhana, lugas, cara bercerita yang mengalir, pesan yang disampaikan mudah dipahami anak-anak.
Tidak menggunakan bahasa-bahasa vulgar, asusila, SARA dan kata-kata yang tidak pantas dibaca anak-anak.
Panitia bisa menganulir naskah yang tidak sesuai dengan kriteria cerita yang kami inginkan di atas.
Syarat Penulisan:
Terbuka untuk umum dan Writing Revolution, gratis.
Maksimal mengirimkan 2 tulisan.
Panjang tulisan 3-5 hlm, spasi 2, New Time Roman font 12, margin 3 cm atau 1,18 inchi semua sisi.
Naskah dikirimkan dalam format LAMPIRKAN FILE (Attach File) ke email:antologi_wr@yahoo.co.id
Tulis judul email: Lomba Cerita Anak
Diharapkan mempublikasikan informasi lomba ini di note FB (minimal tag 30 teman) atau Blog.
Hadiah:
Juara I: Uang tunai Rp 300.000,- (ditambah 3 buku bukti terbit + e-sertifikat).
Juara II: Uang tunai Rp 200.000,- (ditambah 3 buku bukti terbit + e-sertifikat).
Juara III: Uang tunai Rp 100.000,- (ditambah 3 buku bukti terbit + e-sertifikat).
3 Juara Harapan mendapat beasiswa Sekolah Menulis Cerpen Online (SMCO) Writing Revolution (ditambah 1 buku bukti terbit + e-sertifikat).
Setiap nominator mendapatkan buku 1 bukti terbit + e-sertifikat.
Sistem Penerbitan Buku:
15 tulisan terpilih sebagai nominator akan dibukukan, cetak nasional, masuk Gramedia, Togamas, Gunung Agung, dll.
Setiap kontributor mendapatkan royalti dan buku bukti terbit.
Buku diterbitkan Oktober
Sponsor:
Penerbit Writing Revolution (WritingRevo Publishing).
Sekolah Menulis Cerpen Online (SMCO), info lebih lengkap silakan klik: http://writing-revolution.blogspot.com/
Pengumuman: 15 September 2012
Kontak Panitia:
Telp. 0274-8593096
Hotline. 085763208009
E-Mail: antologi_wr@yahoo.co.id
Info lengkap klik: http://www.facebook.com/notes/smco-writing-revolution/lomba-menulis-cerpen-lmc-2012/233070570134416
Kriteria Cerita:
Cerita seputar dunia anak-anak yang berkaitan dengan semangat “melawan korupsi” yang bisa ditumbuhkan sejak usia dini. Tema ini bisa dijadikan menjadi topik-topik sederhana bagaimana seorang anak yang jujur mengembalikan milik orang lain, tidak mengambil punya orang lain, tidak menipu, berbohong dan menanamkan jiwa disiplin supaya tidak sering malas sekolah atau ogah-ogahan menyelesaikan tugas (korupsi waktu), dan cerita-cerita lain yang ada hubungannya dengan “korupsi” dalam lingkup yang lebih luas di dunia anak-anak.
Cerita anak ini berisi tentang pesan-pesan moral, kejujuran, kedisiplinan, ketaatan pada ajaran agama yang melarang melakukan korupsi atau tindakan yang bisa menjadi kebiasaan orang melakukan korupsi.
Tokoh utamanya adalah anak-anak (usia 6-15 tahun).
Menggunakan bahasa yang sederhana, lugas, cara bercerita yang mengalir, pesan yang disampaikan mudah dipahami anak-anak.
Tidak menggunakan bahasa-bahasa vulgar, asusila, SARA dan kata-kata yang tidak pantas dibaca anak-anak.
Panitia bisa menganulir naskah yang tidak sesuai dengan kriteria cerita yang kami inginkan di atas.
Syarat Penulisan:
Terbuka untuk umum dan Writing Revolution, gratis.
Maksimal mengirimkan 2 tulisan.
Panjang tulisan 3-5 hlm, spasi 2, New Time Roman font 12, margin 3 cm atau 1,18 inchi semua sisi.
Naskah dikirimkan dalam format LAMPIRKAN FILE (Attach File) ke email:antologi_wr@yahoo.co.id
Tulis judul email: Lomba Cerita Anak
Diharapkan mempublikasikan informasi lomba ini di note FB (minimal tag 30 teman) atau Blog.
Hadiah:
Juara I: Uang tunai Rp 300.000,- (ditambah 3 buku bukti terbit + e-sertifikat).
Juara II: Uang tunai Rp 200.000,- (ditambah 3 buku bukti terbit + e-sertifikat).
Juara III: Uang tunai Rp 100.000,- (ditambah 3 buku bukti terbit + e-sertifikat).
3 Juara Harapan mendapat beasiswa Sekolah Menulis Cerpen Online (SMCO) Writing Revolution (ditambah 1 buku bukti terbit + e-sertifikat).
Setiap nominator mendapatkan buku 1 bukti terbit + e-sertifikat.
Sistem Penerbitan Buku:
15 tulisan terpilih sebagai nominator akan dibukukan, cetak nasional, masuk Gramedia, Togamas, Gunung Agung, dll.
Setiap kontributor mendapatkan royalti dan buku bukti terbit.
Buku diterbitkan Oktober
Sponsor:
Penerbit Writing Revolution (WritingRevo Publishing).
Sekolah Menulis Cerpen Online (SMCO), info lebih lengkap silakan klik: http://writing-revolution.blogspot.com/
Pengumuman: 15 September 2012
Kontak Panitia:
Telp. 0274-8593096
Hotline. 085763208009
E-Mail: antologi_wr@yahoo.co.id
Info lengkap klik: http://www.facebook.com/notes/smco-writing-revolution/lomba-menulis-cerpen-lmc-2012/233070570134416
Sumber : http://eventlombaterbaru.blogspot.com/2012/07/lomba-cerita-hari-anak-nasional-2012-dl.html
Iklan Karikatur Anti Korupsi
08.30
No comments
Pencarian iklan-iklan seputar korupsi dan karikatur yang ditemukan di google.. Wah banyak sekali...
Semakin banyak sosialiasi anti korupsi..tindak korupsi juga semakin bertambah Ironis sekali sedikit saya coba mencoba menayangkan karikatur Anti Korupsi.
Semakin banyak sosialiasi anti korupsi..tindak korupsi juga semakin bertambah Ironis sekali sedikit saya coba mencoba menayangkan karikatur Anti Korupsi.
IKLAN ANTI KORUPSI
08.18
No comments
Pencarian iklan-iklan seputar korupsi yang ditemukan di google..
Wah banyak sekali...
Semakin banyak sosialiasi anti korupsi..tindak korupsi juga semakin bertambah
Ironis sekali.
Wah banyak sekali...
Semakin banyak sosialiasi anti korupsi..tindak korupsi juga semakin bertambah
Ironis sekali.
Langganan:
Postingan (Atom)








.jpg)

.jpg)

.jpg)










.jpg)
























